Oleh: PBC | Agustus 18, 2011

Product baru bajaj dah di test

Kamis, 18/08/2011 22:29 WIB

Bajaj Tes 4 Motor Baru untuk Indonesia

Syubhan Akib – detikOto

 

img Bajaj Avenger 220

Jakarta – Setelah cukup sukses dengan berbagai varian Pulsar, kepercayaan diri Bajaj sepertinya berkembang. Kini, Bajaj diketahui sedang mengetes 4 motor baru di Indonesia yang terdiri dari 3 tipe Bajaj Discover dan 1 tipe Bajaj Avenger.

Seperti detikOto kutip dari situs resmi Kementrian Perindustrian, pabrikan motor asal India tersebut diketahui sudah selesai menguji 4 varian motor terbaru mereka.

Motor-motor baru Bajaj yang di uji coba di Indonesia itu adalah Bajaj Discover 100 dengan nomor registrasi No. 1243/IUBTT/TPT/8/2011, Bajaj Discover 125 dengan nomor registrasi No. 1241/IUBTT/TPT/8/2011, Bajaj Discover 150 dengan nomor registrasi No. 1244/IUBTT/TPT/8/2011 dan Bajaj Avenger 220 DTS-i dengan nomor registrasi No. 1242/IUBTT/TPT/8/2011.

Melihat siraman produk-produk baru tersebut, Bajaj dipercaya akan segera membajiri pasar Indonesia dengan produk-produknya. Karena bila varian Pulsar adalah sebuah motor sport yang lebih mengutamakan sisi sportifitasnya, Discover adalah motor sport yang lebih mengutamakan fungsionalitas serta Avenger yang lebih sebagai motor touring.

Bajaj Discover 100

Untuk Bajaj Discover 100 terdapat mesin DTS-Si berkapasitas 94,38 cc bertenaga 7,7 bhp yang dapat dikail di putaran 7.500 rpm dengan torsi sebesar 7,85 Nm. Jika motor ini benar-benar lahir di Indonesia, maka bisa dibilang ini akan menjadi motor sport dengan kapasitas mesin terkecil yang ada di Indonesia dan bisa jadi pula ini akan menjadi motor yang memiliki paling harga terjangkau di keluarga Bajaj.

Bajaj Discover 125

Sementara Bajaj Discover 125 adalah keluarga terbaru di Discover dan memiliki mesin berkapasitas 124,6 cc. Mesin tersebut mampu melahirkan tenaga 11 bhp di putaran 8.000 rpm dengan torsi 10,8 Nm di 5.500 rpm.

Bajaj Discover 150

Ada pun Bajaj Discover 150 yang ada di atas ini merupakan kakak dari kedua motor sebelumnya dan memiliki mesin 144 cc berkekuatan 13 PS di 7.500 rpm dengan torsi 12.75 Nm di 5.500 rpm.

Bajaj Avenger 220

Dan yang terakhir, Bajaj Avenger 220 DTS-i. Secara desain motor ini berbeda dengan Pulsar dan Discover. Karena bila kedua varian tadi memilih model naked bike, tampang Avenger lebih menyerupai sebuah motor sport cruiser.

Motor ini menggendong mesin 4-stroke, single cylinder, DTS-i, air cooled with oil-cooler yang memiliki kapasitas 219,89 cc. Mesin tersebut mampu melahirkan tenaga hingga 19,03 PS di kitiran 8.400 rpm dengan torsi sebesar 17,5 Nm di putaran 7.000 rpm.

Belum jelas kapan keempat motor ini akan diluncurkan secara resmi oleh PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) meski mereka mengakui sedang mengetes motor-motor baru itu. Baca Lanjutannya…

Oleh: PBC | April 5, 2011

PENGURUS BARU BPC

BPC Bajaj Probolinggo Community punya punggawa baru. Cak Sidik yang asli betawi eh kalo gitu Bang Sidiq saja manggilnya, beliau langsung masuk gigi 3.. untuk menggerakkan laju organisasi. Dengan semangatnya beliau menguraikan strategi dan rencana kedepan agar community ini lebih bergairah, bermanfaat dan asyik tentunya.

Inilah susunan lengkap pengurus BPC

SUSUNAN PENGURUS “BAJAJ PROBOLINGGO COMMUNITY”

Pembina :
1.Mas Han = 081336777717
2.Mas Didik = 081336054939

Ketua :
1.Babe Sidik = 081330724527
2.Bro As’ad = 081234050528

Bendahara dan Sekretaris :
1.P.Ismiadi = 08123231737
2.Bro Wawan = 087857001119

Koordinator Wil Barat :
1.Bro Ari = 08123156171
2.Bro Gadang = konfirmasi

Koordinator Wil Timur :
1.P.Tholib = 081252941286
2.Bro Ryan = 085749288833

Dokumentasi :
P.Rahmadi = 08123486890

Koordinator Touring :
1.P Joko = 081336623669
2.P Siddik

Penasehat :
1.Mas Wiwit
2.Mas Arif
3.P Paryanto
4.Mas Zaini

Oleh: PBC | Maret 8, 2011

BAJAJ 220 hadir harga 18.6 jt saja

Selasa, 08/03/2011 09:40 WIB

Bajaj Pulsar 220 Lebih Murah dari Kompetitor

Syubhan Akib – detikOto
<p>Your browser does not support iframes.</p>
Gambar
 

 

Jakarta – Setelah lama ditunggu, para pecinta roda dua Indonesia akhirnya bisa menikmati ketangguhan motor terbaru Bajaj Pulsar 220 DTS-i. Dan yang paling menggiurkan adalah harga jualnya. Sebab Pulsar 220 DTS-i ini ternyata hanya dilepas di angka Rp 18,6 juta saja.

Angka on the road Jakarta itu Rp 5 jutaan lebih murah dibanding motor sport sejenisnya yang sudah beredar di Indonesia.

Hal tersebut cukup membuat kaget karena para pesaing Pulsar 220 seperti Honda Tiger dan Yamaha Scorpio harga jualnya sudah di atas angka Rp 23 jutaan.

PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) yang merupakan distributor motor Bajaj di Indonesia hari ini akan resmi meluncurkan motor terbarunya tersebut. Bajaj mengklaim kalau motor sport bermesin 220 cc itu merupakan motor dengan tenaga paling besar di kelasnya.

Sebab di atas kertas, motor India yang akan menemani Pulsar 135, Pulsar 180, Pulsar 200 ini memiliki tenaga hingga 21 PS di putaran 8.500 rpm dengan torsi mencapai 19 Nm di 7.000 rpm.

Dengan tenaga sebesar itu, Bajaj mengklaim kalau motor barunya ini mampu melaju hingga kecepatan 144 km per jam.

Namun meski berharga murah, fitur yang terdapat di motor ini terbilang cukup oke. Di mesin, terdapat fitur Digital Twin spark ignition, temperature based ignition mapping yang mampu mengoptimalkan pembakaran.

Bajaj Pulsar 220


Selain itu Bajaj Pulsar juga dilengkapi dengan karburator venturi 32. Intake power pada kepala silinder juga sudah dimodifikasi dengan durasi dan sudut bukaan cam yang lebih tinggi. Resonator yang lebih besar serta katalitik konverter juga sudah terpasang.

Sementara kedua kakinya sudah mengaplikasi ban tubeless dan sudah pula memasang rem cakram baik di roda depan maupun belakang motor yang memiliki pilihan warna hitam, biru, merah, silver dan orange ini.

“Kami telah secara berkelanjutan mengembangkan Pulsar untuk memberikan produk bernilai seni tinggi dan didukung dengan performa serta teknologi yang tidak tertandingi kepada kalangan konsumen,” ungkap Vice President Director BAI, Dinesh Kulkarni dalam siaran pers, Selasa (8/3/2011).

“Pulsar 220 yang baru telah menaikkan standar segmen berperforma tinggi dengan menjadi sepeda motor terkuat dan tercepat di kategorinya,” pungkas Kulkarni.

( syu / ddn ) 

Oleh: PBC | November 3, 2010

MOTOR BAJAJ TURUN HARGA

Bajaj Pulsar 180 Turun Harga

Rabu, 3 November 2010 | 17:31 WIB

BUDITYAS B.BASUKI

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Bajaj Auto Indonesia menegaskan komitmennya di pasar roda dua Indonesia dengan fokus kelas motor sport yang memiliki harga terjangkau. “Hal itulah yang membuat kami mengambil tema pada JMS 2010 ‘Motor Hebat, Harga Hebat’,” ujar Vaibhav Gupta, Deputy General Manager Marketing PT Bajaj Auto Indonesia.

Menurut Gupta, pergelaran JMS penting bagi Bajaj. Pada pergelaran tersebut empat tahun lalu, untuk kali pertama Bajaj memperkenalkan produknya, Pulsar 180. Sejak saat itulah produk Bajaj mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia dan hingga saat ini telah terjual sekitar 50.000 unit.

Pada JMS 2010, Bajaj memajang Pulsar 135 LS dan Pulsar 180 DTS-i generasi ke–4 yang telah mengalami revisi harga, turun dari Rp 18 juta menjadi Rp 15,9 juta untuk wilayah Jakarta. “Revisi harga ini bagian dari perayaan ulang tahun Pulsar yang genap 4 tahun di Indonesia bulan ini,” ungkap General Manager Sales & Marketing Bajaj Auto Indonesia Dinesh Kulkarni dalam keterangan tertulis.

Selain harga, Bajaj juga menampilkan pilihan warna baru untuk Pulsar 180, yaitu Mettalic Orange, serupa dengan yang diperkenalkan di India pada bulan Oktober ini.

Penulis: BBB
Editor: Bastian

Spec nya  nyebutin 18.2 ps di 8000rpm,  kok turun powernya yaa- yang lama katanya 19ps di 8000 rpm? kok sekarang 18.2 ps aja..
BTW yang jelas ini jubah baru jeroan lama.. biasa daur ulang..
Senin, 27/09/2010 15:42 WIB

Merasakan Sengatan Kalajengking Yamaha

Syubhan Akib – detikOto
Gambar

Jakarta – PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) baru saja memperkenalkan Scorpio-Z terbaru yang mengenakan jubah kebesaran yang baru pula. Namun seperti apakah kemampuan si kalajengking ini?

Beruntung, detikOto mendapat kesempatan ‘menyiksa’ motor sport Yamaha dengan tahta tertinggi di Indonesia ini di padang savana Gunung Bromo akhir pekan lalu.

Spesifikasi

Mesin 223 cc 4 Langkah, 2 Valve SOHC
Rasio kompresi 9,50:1
Daya 18.2 ps @8.000 RPM
Torsi maksimum 17.5 Nm @6.500 RPM
Harga Rp 23,5 juta (Jakarta)

Tentu saja kesempatan itu tidak kami sia-siakan untuk mengupas kemampuan motor yang bentuk headlampnya mengadopsi desain lampu depan milik Yamaha FZ8 dengan disain tubuh terbaru yang terinspirasi dari MT-01 tersebut.

Tampilan tersebut membuat motor yang memiliki kapasitas mesin bersih sekitar 223 cc tersebut semakin fresh dan up to date saja yang akhirnya membuat motor ini jadi semakin enak dipandang.

Namun lampu belakang yang diaplikasi di Scorpio-Z sepertinya perlu mendapat perhatian lagi. Karena meski mengusung disain baru yang lebih keren, dudukan lampu belakang ini ternyata kurang kuat dan membuat lampu bagian belakang ini jadi mudah goyang.

Selesai dipelototi, detikOto langsung naik ke kalajengkin baru ini. Kesan pertama ternyata motor ini tampil lebih nyaman dengan tinggi tempat duduk 770 mm. Posisi berkendara pun makin terasa nyaman berkat stang lebar yang diaplikasi.

Mesin 4 Langkah, 2 Valve SOHC yang berpendingin udara pun terasa lembut namun bertenaga. Ketika grip gas diplintir, kalajengking yang dilepas dengan harga 23,5 juta ini pun langsung melesat.

Mesin tersebut pun terasa penuh menyemprotkan tenaganya, baik di putaran bawah maupun di putaran atas. Meski sama seperti Scorpio-Z generasi sebelumnya yang memiliki tenaga puncak hingga 18,2 PS di 8.000 rpm dengan torsi maksimum sebesar 17,5 Nm pada 6500 rpm.

Di padang savana ini pun si kalajengking membuktikan diri meski dengan dimensi tubuh 2.025 mm x 765 mm x 1.095 mm (PxLxT) Scorpio-Z mampu menari dengan lincah berkat tipe sasis Double Cradle yang diusung serta aplikasi suspensi teleskopik di kaki begian depan serta monocross di bagian belakang yang terbukti mampu dengan efektif meredam getaran akibat medan berat yang dilalui motor ini.

Over all, dengan segala penyempurnaan yang ditampilkan pabrikan berlambang garpu tala itu pada Scorpio-Z, konsumen sepertinya pantas melirik motor ini bila hendak membeli motor berkapasitas 150 cc keatas. Karena dengan segela kemampuan yang dimilikinya, Scorpio-Z sepertinya siap menyengat pasar motor Indonesia.

( syu / ddn )

Oleh: PBC | Mei 24, 2010

Diagram Sistem Listrik pulsar bajaj

klik di dini Diagram Sistem Listrik pulsar bajaj klik di dini Diagram Sistem Listrik pulsar bajaj klik di dini Diagram Sistem Listrik pulsar bajaj klik di dini Diagram Sistem Listrik pulsar bajaj klik di dini Diagram Sistem Listrik pulsar bajaj klik di dini Diagram Sistem Listrik pulsar bajaj klik di dini Diagram Sistem Listrik pulsar bajaj klik di dini Diagram Sistem Listrik pulsar bajaj klik di dini Diagram Sistem Listrik pulsar bajaj klik di dini Diagram Sistem Listrik pulsar bajaj

Oleh: PBC | Mei 22, 2010

Test Pulsar 135 by Motor Plus

Tulisan ini contek komplit dari motor plus, jadi valid dan otentik, bukan rekaan.

Sesuai Nama Belakang!

2010-05-07 21:24:00
4485firstride-pulsar-135_boyo1.jpgPT Bajaj Auto Indonesia (BAI) coba menerobos pasar sport Tanah Air lewat Bajaj Pulsar 135LS. Boleh dibilang, karakter yang ditawarkan tak ubah nama belakang varian itu sendiri. Ya, LS yang singkatan dari Light Sport!

“Dengan nama besar Pulsar, varian baru ini juga identik dengan performa,” ujar K.S. Grihapathy, Presiden Direktur BAI. Wah, masa sih, pak! Biar enggak sekadar omongan, boleh dong Em-Plus lakukan first ride.

Makin sip, kalau 135LS ini dikendarai dengan beragam situasi jalan dong. Yap! Pertama, dicoba dikendarai melewati daerah yang sarat dengan kemacetan. Hasilnya, memang sesuai nama.
4487firstride-pulsar-135_boyo3.jpg
Dengan berat kosong 122 kg, Pulsar 135LS terasa ringan diajak berkelok diantara deretan mobil-mobil yang hampir memenuhi lebarnya ruas jalan. Tapi, kemudahan handling ini bisa juga dari ergonomi yang ditawarkan.

Meski dilengkapi model setang jepit, tapi 135LS juga menawarkan berkendara sigap. Ya, tentunya dengan badan tegak. Sehingga, kontrol kemudi jadi lebih mudah tanpa harus kesulitan keluarkan tenaga berlebih.

Meski tidak sepenuhnya menjepit sok depan, karena setang lebih berdiri di atas segitiga, tapi ini bagai kelebihan yang ditawarkan. Sehingga, kala badan merunduk untuk hindari terpaan angin pun tetap nyaman dilakukan.

Jadi, setidaknya dari first ride awal yang dilakukan sedikit bisa menepis. Ya, menepis kalau motor sport itu agak enggak nyaman untuk dipakai di perkotaan yang sarat kemacetan. Hmmm… lanjut!

4486firstride-pulsar-135_boyo2.jpgBicara power, kebetulan Em-Plus dapati jalan yang tawarkan trek lurus sekitar 500 meter. Mantapnya lagi, lalu lintas jalan dalam kondisi sepi. Tangan pun, mulai gatal untuk membejek habis grip gas.

“Mesin Pulsar 135LS ini hasilkan tenaga yang setara motor sport berkapasitas 150 cc. Yaitu, 13,5 hp,” ujar Vaibhav Gupta, Marketing And Customer Satifaction GM BAI di sesi launching yang dilakukan di Hotel Mulia, Senayan.

Rasanya omongan itu harus dibuktikan. Jangan cuma omong belaka sebatas berpromosi. Sontak grip gas dibuka sejadinya sembari lepas tuas kopling. Ternyata, performa yang ditawarkan Pulsar 135LS ini cukup agresif.

Dengan menginjak tuas perseneling ke bawah dan sisanya mencongkel ke atas, top-speed 120 km/jam Em-Plus dapati di jarak 500 meter. Itu terlihat jelas lewat pantauan spidometer digital yang diaplikasi Pulsar 135LS.

Untuk gigi I, 135LS berlari hingga 45 km/jam sebelum suplai pengapian sentuh limiter CDI di 10.000 rpm. Sedang gigi II, hingga 65 km/jam. Gitu selanjutnya hingga gigi 5 (terakhir) capai di 120 km/jam.

Tapi rasanya, kecepatan masih bisa dikembangkan jika jarak trek lurus masih tersisa jauh di depan. Sebab meski capai 120 km/jam, Em-Plus tak dapati limiter memutus suplai api ke ruang bakar.

Mungkin power yang dimuntahkan itu tercipta karena engine 135LS ini aplikasi empat klep. Mantapnya lagi, pengabutan yang terjadi dibakar dua busi yang jadi ciri khas Bajaj dengan teknologi DTS-i.

“Teknologi ini yang pertama di dunia. Setidaknya dengan mesin 4 katup dan busi kembar ini, tercipta efisiensi bahan bakar dan power. Sehingga ketika mesin 2 katup sudah merasa terhimpit, mesin 4 katup masih bisa terus capai putaran tinggi,” tutup Grihapathy. Sesuai?

Penulis/Foto : Eka/Boyo

Oleh: PBC | April 28, 2010

Dealer BAJAJ Probolinggo Sudah Buka

Kemarin Dealer BAJAJ Probolinggo bukak lagi dengan kepemilikan dan management tyang baru.

Anda bisa datang sambil test ride Pulsar 135 dapat door prize lagi.. katanya.

Lokasi tetap sama yang lama, Jl P Sudirman. Sebelah barat GBT/ Andi motor. selatan jalan.

nyuuussss

Oleh: PBC | April 14, 2010

HELM SNI

nilah 19 Merk Helm yang Penuhi Standar SNI KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Pengendara sepeda motor memilih helm yang dijual pedagang di pinggir Jalan Gedong Panjang, Jakarta Barat, Selasa (6/4/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com — Peraturan mengenai helm Standar Nasional Indonesia (SNI) yang termaktub dalam Peraturan Menteri No 40/M-IND/Per/6/2008 tentang Pemberlakuan SNI Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mulai diberlakukan per tanggal 1 April 2010. Ketentuan ini menimbulkan sejumlah pertanyaan di kalangan bikers (pengendara sepeda motor), seperti apakah helm yang memenuhi ketentuan SNI? Kebingungan yang lain adalah apakah helm-helm “mahal” yang tidak berlogo SNI tetapi memiliki standar keselamatan internasional bisa dikenakan untuk berkendara?

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar kepada Kompas.com, Rabu (7/4/2010), menegaskan, prinsipnya helm yang digunakan para pengendara motor bukanlah helm “asal tempel di kepala”. “Helm yang asal tempel saja seperti helm proyek ya enggak boleh,” kata Boy. Boy menuturkan, pihaknya mencatat ada 19 merek helm yang memenuhi standar SNI dilihat dari segi kualitas desain dan bahan. Berikut ke-19 merek tersebut: NHK, GM, VOG, MAZ, MIX, INK, KYT, MDS, BMC, HIU, JPN, BESTI, CROSX, SMI, SHC, HBC, CABERG, Cargloss Helmet, dan OT5OKOGI. “Ini bukan masalah merek. Namun, kalau ada helm yang berkualitas bagus, sudah berfungsi dengan baik ya enggak akan kami tilang kok,” tandas dia. Helm bersertifikasi internasional, seperti Department Of Transportation USA (DOT) yang merupakan sertifikasi kualitas produk yang dikeluarkan oleh Departemen Transportasi di Amerika atau Snell Memorial Foundation (Snell), yang merupakan sertifikasi keluaran badan independen internasional khusus untuk menangani masalah helm, juga dipastikan tidak termasuk obyek razia polisi. ANI Editor: mbo Apa Beda Helm SNI dan Bukan? Rabu, 7 April 2010 | 18:35 WIB KOMPAS/RIZA FATHONI Pegawai menjajakan helm di toko perlengkapan bermotor di kawasan Larangan, Ciledug, Tangerang, Selasa (6/4/2010). Pemberlakuan standardisasi SNI (Standar Nasional Indonesia) pada helm meningkatkan permintaan helm. Penjualan helm SNI di toko itu naik empat kali lipat menjadi 80 buah per hari. TERKAIT: * BSN Akui Masih Ada Pandangan Miring soal Helm SNI * Helm SNI Harus Lewati 9 Cara Uji * Permintaan Helm SNI Melonjak * Masih Ada Produsen dan Masyarakat Belum Tahu Helm SNI * Hati-hati Helm SNI Palsu JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mengurangi risiko kecelakaan bagi pengendara sepeda motor, pemerintah memberlakukan wajib helm Standar Nasional Indonesia (SNI) sejak pekan lalu. Namun, hingga kini sebagian besar orang belum mengetahui beda helm tanpa SNI dan helm dengan SNI. “Masyarakat itu tahunya helm tanpa SNI lebih murah. Sisanya mereka tidak peduli terhadap keselamatan dirinya ketika mengendarai motor dan menggunakan helm sembarangan,” kata Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Setiadi saat berbincang di kantornya, Jakarta, Rabu (7/4/2010). Helm dengan label SNI jelas lebih terjamin kualitas dan mutunya dibandingkan dengan helm tanpa SNI. Pasalnya, helm SNI telah melewati serangkaian uji oleh BSN. Sayang, dari total produksi helm lokal sekitar 9 juta per tahun, sekitar 20-30 persen di antaranya berkualitas nonstandar. Sekitar 30 persen helm yang beredar di pasar merupakan produk impor yang diduga nonstandar, terutama yang berasal dari China. Lantas, bagaimana membedakan helm SNI dan non-SNI? Menurut Bambang, helm SNI yang sudah disertifikasi ditandai dengan pencantuman tanda SNI berupa emboss dan bukan ditempel atau menggunakan stiker. “Ini perlu dilihat baik-baik. Ada tanda SNI yang di-emboss enggak? Kalau enggak, itu palsu. Bukan SNI,” terang Bambang. Staf Ahli Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI) Thomas Lim mengakui, saat ini ada indikasi produsen atau importir “nakal” yang memalsukan emboss lambang SNI. Padahal, produsen ini belum mengantongi sertifikasi SNI. “Indikasi itu mulai ada. Emboss-nya dipalsukan, padahal sertifikasi itu enggak mudah lho prosesnya,” tutur dia. Modus lainnya, setelah memiliki sertifikasi produsen mulai mengurangi standar produk helmnya yang akan disebarkan di pasar. Hal senada disampaikan Bambang. Menurut dia, banyak oknum pengusaha nakal dan mencoba mengakali SNI. “Itu sangat mungkin terjadi. Dan itu enggak hanya di helm, di produk lain seperti pupuk juga ada. Tetapi masyarakat yang akan menilai,” cetusnya. Untuk mengenali helm SNI palsu ini juga tidak mudah. Pasalnya, emboss SNI palsu hampir mirip dengan emboss yang asli. Kualitasnya juga sulit dibedakan dengan mata telanjang. Untuk itu konsumen harus cerdas dalam membeli helm SNI. Thomas menyarankan agar konsumen membeli helm SNI di toko-toko yang dapat dipertanggungjawabkan. “Ya belilah helm di toko-toko besar yang kira-kira bisa dipertanggungjawabkan,” tutur dia

Oleh: PBC | Februari 25, 2010

VIDEO BAJAJ 135

Berikut video promosi bajaj 135…

keren abis..

Oleh: PBC | Februari 8, 2010

Touring ULTAH 3 POC de Trawas

Touring de Trawas

POC Pulsar Owner Community dari surabaya mengadakan peringatan 3 tahun berdirinya dengan di barengi pelantikan anggota dan anggota kehoramatannya di salah satu villa di atas Trawas.
BPC dari probolinggo yang di undang mengirimkan delegasinya yang berjumlah 12 orang dengan 9 motor.

Yang dari paiton start jam 3.30 di depan indomaret pertelon dengan 4 motor. Walau hujan cukup deras tetapi kalau sudah niat bulat maka tidak ada halangan yang bisa menghentikannya kecuali Alloh berkehendak lain.

Tetap dalam keadaan hujan rombongan Paiton nyampai di Posko BPC Probolinggo jam 4:15 dan setelah ngobrol2 dan ngopi2 ½ jaman touring de trawas di mulai, dengan tak lupa sedikit breaving dan berdoa sebelum berangkat.

Hujan deras tetap saja mengguyur hingga melewati bangil, dan team sweeper kebingungan nyarianggotanya kurang satu. Setelah kontak2 ternyata Bro Joko masih tertinggal di keluar kota Pasuruhan. Ada masalah dimotornya katanya. Kemudian Bro Rahmadi yang yang bawa GPS berinisiatif untuk membantu dengan pertimbangan lokasi acara sudah terlacak di GPS sehingga tidak akan nyasar.

Rombongan melanjutkan perjalanan sampai di Pandaan istirahat sambil nunggu kabar dari Bro Joko dan Bro Rahmadi. Sambil makan nasi pecel dan hangatnya kopi dalam suasana hujan di malam minggu.. ternyata pandaan ramai juga.

Ada kabar dari bro rahmadi untuk di tinggal saja dan bro rahmadi sudah sampai di lokasi bro jioko yang sedang utak-utik penyebab motor mogok, yang akhirnya diketahui businya sudah mati (setelah tukar busi mesin jalan..)

Setengah delapanan rombongan meninggalkan pandaan, setelah perut kenyang dan badan hangat karena kopi untuk menuju sasaran. Ada sedikit accident di belokan setelah pertigaan kalau terus tretes dan belok kanan trawas, pas jalan menanjak dan belok agak tajam, kang Bro sidiq yang sedang bingung mengikuti rekan depan kekanan atau kekiri, lha akhirnya malah berhenti saja. lha kok pas pada posisi miring.. tak kuat nahan si P200 maka robohlah si srigala india, untung tak sempat mlorot di lobang menganga di samping kirinya. Rekan yang lain sudah sigap membantu mengangkatkan.

sampai di target lokasi jam 8 30-an, acara makan malam.. yang dilanjutkan dengan sambutan2 plus perkenalan ketua POC baru. Sambutan dari Rekan Kediri, Solo, Semarang ,Probolinggo, Jakarta…

Dilanjutkan dengan api unggun di luar plus peluncuran roket mbang api5000 an (eh 8000 an.

Lumayan atraktif pakek api berantai segala, kalau ada waktu tak up loadnya videonya.

Lumayanakhirnya api unggun bisa nyala juga walau semua minyak di obor habis di tumplekkan.
trus kita istirahat buat bekal besok katanya masih banyak acaranya.

Bangun pagi yang muslim pada subuhan dan yang lain masih pada mendengkur, melihat view yang bagus disisi timur dan barat villa.

Langsung biker nggak kuasa untuk memandiin tunggannyannya ketika melihat air jernih menggerojok didepan villa, lha aku nggak kuasa untuk tidak minum kopi di warung depan villa plus mie gorengnya.. sedap deh.

jam 8.15 an acara game-game plus pelantikan anggota baru dimulai.

Lumayan atraktif dan asyik, di bagi 6 group dan ada 4 game yang di mainkan, semua gembira.
Jam 11 an acara pelantikan anggota baru POC dan anggota kehormatan dimulai yang selesai jam 12 an, pas adzan dhuhur pas juga gerimis moh hujan, semua semburat karena jaket, helm sepatu pada di jemur..

Habis makan siang group BPC minta undur dari arena langsung cabut to Rpobolinggo, alhamdulillah nggak jadi hujan.

Jalan sangat lancar walau agak salah jalan namun tambah asyik, kecepatan 60-100 km/j di lalui.. istirahat sebentar di nggrati untuk minum2 dan alhirnya selamat sampai posko BPC di rumah bro Zein jam 3-an..

Habis review sebentar tentang perjalanan dan doa penutup dan buyar deh..

photo akan di upload menyusul

Oleh: PBC | Februari 4, 2010

R I P dEALER BAJAJ PROBOLINGGO

Semalam aku nerima SMS dari bro Gadang yang menginformasikan bahwa Dealer Bajaj di Probolinggo tidak aktif lagi alias tutup, entah akan dipindah, dioper atau selamanya.
Hal ini tentu berita tidak mengenakkan bagi User Bajaj Motor lha kalau service kemana? ke jember atau ke pasuruan? Jauhnya..
Moga-moga hanya sementara.. atau diganti dengan yang lebih baik..
piace..

Oleh: PBC | Januari 21, 2010

Test Ride Bajaj Pulsar DTS-i 180

Selasa, 06/10/2009 09:33 WIB
di ambil dari detikoto,

Bagja Pratama – detikOto

Jakarta – Melihat tampilannya sekilas, sepertinya memang tidak ada yang berubah dari kemunculan Pulsar DTS-i terbaru keluaran PT Bajaj Auto Indonesia (BAI).

Tapi coba perhatikan lebih detil. Ternyata BAI melakukan banyak perubahan terhadap varian sport terbarunya ini. Mulai dari pengaplikasian stang jepit, ban tubles, split seat, serta spoiler tanki.

Padanan tersebut, semakin mendekati Pulsar 180 ini pada kakaknya yang memiliki perut lebih besar, yaitu Pulsar 200. Meskipun hanya mengusung kapasitas mesin 180 cc, namun Pulsar 180 ini diklaim sudah lebih bertenaga. Benarkah?

Kesempatan peluncuran Pulsar 180 DTS-i dijadikan detikOto sebagai kesempatan
perdana untuk mengetahui sensasi mengendarai Pulsar 180 terbaru ini.

Mesin dinyalakan, raungan yang terdengar tidak berbeda dengan varian Pulsar 180 sebelumnya. Namun ketika mulai melaju, baru terasa kalau pembenahan pada
karburatornya membuat Pulsar 180 baru ini lebih responsif.

Penambahan tenaga sebesar 0,5 kw pada mesin berkapasitas murni 178,60 cc dengan daya maksimum 12,52 kw pada 8.500 rpm, serta torsi 14,22 pada 6.500 rpm, membuat Pulsar 180 semakin mantap dipacu.

Tiba di tikungan, sensasi lain pun terasa, terutama pada sisi handlingnya yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Tidak ada gejala stang membuang ketika berbelok dalam kecepatan rendah.

Penggunaan sassis baru yang lebih panjang 130 mm, dilengkapi dengan pengaplikasian stang jepit, sepertinya menjadi faktor penentu kestabilan Pulsar 180 terbaru ini.

Sehingga, untuk penggunaan sehari-hari didalam perkotaan yang rawan macet, bahu dan badan tidak akan bekerja terlalu berat dan membuang banyak energi, karena perubahan tersebut membuat Pulsar lebih nyaman.

Sayangnya, lahan test ride yang disediakan di Hotel Sultan terbatas, sehingga belum dapat diketahui kondisinya ketika dalam kecepatan tinggi, termasuk berapa ukuran konsumsi bahan bakar dari motor yang menganut busi ganda ini pada sistem pengapiannya.

( bgj / ddn )

Oleh: PBC | Januari 10, 2010

Ganti Pelg P180 dengn Pelg Megapro

artikel diambil dari Oto tips

Selasa, 05/01/10 15:12 Oto Tips Motor Pasang Pelek Honda Mega Pro Di Bajaj Pulsar 180 DTS-i OTOMOTIFNET – Dengan pelek standar yang lebarnya 1,85 inci di depan dan 2,5 inci buat bagian belakang, membuat kaki-kaki Bajaj Pulsar 180 DTS-i terlihat langsing. Kondisi seperti ini, membuat beberapa pengguna motor 180 cc tersebut berkonsultasi dengan Irwan dari Siantar Motor Sport (SMS) di Bekasi.

“Konsultasinya seputar bagaimana cara upgrade kaki-kaki, namun biayanya tidak terlalu mahal,” ungkap mekanik bertubuh gempal ini. Dari survei yang dilakukan pada kantong-kantong penjual aksesori motor, tidak didapat tatakan si karet bundar aftermarket yang khusus buat Bajaj. “Malah didapat substitusinya, yakni pelek bawaan Honda Mega Pro. Ukuran lebarnya buat depan 3 inci dan belakang 3,5 inci. Soal harga, pelek paling murah cukup rogoh kantong Rp 650 ribuan (gbr.1),” tuturnya.

Gbr 1 Gbr 2 Gbr 3 Gbr 4 Terus kalau sudah ketemu alternatifnya, lalu cara pasangnya gimana Sob? “Soal aplikasinya tidak perlu banyak melakukan ubahan, tinggal pasang saja. Pasalnya banyak kesamaan part antara 2 produk tersebut, terutama di bagian kaki-kakinya,” ungkap Irwan. Kesamaan part yang dimaksud adalah baik Bajaj maupun Mega Pro, sama-sama pakai as roda dengan diameter 15 mm (gbr.2).

Selain itu, kode bearing yang dipakai juga sama. Untuk pelek depan pakai kode 6301, sementara bagian belakangnya pakai bearing dengan kode 6302 (gbr.3). Dengan 2 kesamaan tersebut, baik as roda maupun bearing-bearingnya tetap pakai orisinal bawaan Bajaj.

Khusus buat pelek depan terutama di bagian pengereman, mesti dilakukan penyesuaian. Antara Bajaj dengan Mega Pro, ternyata dudukan baut cakramnya berbeda. Supaya pengereman depan tetap berfungsi, cakram bawaan Bajaj mesti dipensiunkan (gbr.4).

Sebagai gantinya, mesti pakai cakram yang khusus bawaan Mega Pro. “Mau yang orisinal maupun aftermarket sama saja, yang penting cakram punya Mega Pro. Oh ya, upgrade kaki-kaki ini tidak menghilangkan fungsi spidometer, lo,” tutup Irwan. SMS: 021-99459898 Penulis/Foto: Oct / Dede

Oleh: PBC | Desember 5, 2009

Bajaj Pulsar 180 keliling 4 Benua

Heboh !! Keliling Dunia Dengan Bajaj Pulsar 180 Juni 4, 2009
Posted by Taufik in Bajaj, Riding Stories.
Tags: Bajaj, Daniel, pulsar, touring, velandia
trackback

petaperjalanan

Adalah Daniel Velandia seorang test rider di majalah Lokal Kolombia La Revista DEMOTOS melakukan Upaya Perjalanan Keliling dunia. Berbeda dengan Rider-rider lain yang memilih motor-motor dual purpose seperti BMW R1200GS, Daniel memilih Bajaj Pulsar 180 DTSi yang ia namakan ELVIRA sebagai Parter sejatinya menerabas 3 eh salah . . . 4 benua (turki dah masuk eropa kan) , 23 negara, dan kurang lebih 30.000 mil perjalanan dengan satu tujuan . . . mengunjungi tempat dimana Pulsar dibuat . . . India, hmmm saya merasakan aroma eksotisme di sini. Tangguh juga ya sang Srigala ini :D

Daniel Velandia IndiaJika Brader lihat, Pulsar 180 yang digunakan daniel tidak ada perubahan signifikan hanya semacam frame bar, protektor batok headlamp, dua hard side box, satu top box, dan sepasang Hand Guard khas motor enduro. Bahkan bila dilihat ban yang digunakan mirip seperti Ban OEM Pulsar 180 yang dijual di sini.

Daniel Velandia berusia 34 tahun dan baru menjadi biker selama 9 tahun. Motor pertamanya adalah Bajaj Chetak 150 ’93. Lima tahun terakhir ia dedikasikan hidupnya pada sepeda motor, merupakan test rider perusahaan otomotif lokal kolombia dan majalah lokal. Selain sebagai Biker ia juga merupakan seorang blogger, simak saja hasil laporan perjalanannya yang disuport penuh bajaj ini di Blog ini

Semoga memberi Inspirasi hidup

Taufik of BuitenZorg

foto perjalanannya:

:roll: di mesir

500_turquia4_100

:roll: di turki

500_iran1_94

:roll: di Iran

yordania

di laut mati siria

:roll: di Yordania

di turki

500_pakistan1_67

:roll: di Pakistan

dipakistan

dilautmati

:roll: ditepi laut mati

Oleh: PBC | November 22, 2009

MEMPERINGATI SETAHUN UMUR BPC

MERIAHNYA MEMPERINGATI SETAHUN BPC  (BAJAJ PROBOLINGGO- COMMUNITY)

JAM 12 tet  kawan2 Panitia mulai ngumpul, dan lokasi acara sedang dipersiapkan oleh Bro Agus (Thanks banyak buat bro Agus yang banyak menyediakan fasilitas-nya).Persiapan Panggung, pemasangan spanduk dsb selesai jam 15:00.

Selepas Asar mulailah menunggu penantian mulai berdatangan teman BPC jam 17:00, kemudian selepas magrib teman2 dealer plus the owner juga mulai muncul, disusul dari Surabaya PROV, dari Malang (MBM kalau nggak salah), dari Bali BBC. Ada juga teman SPORT dari sidoharjo. Mereka yang dari sidoharjo dan Surabaya dipecah 2 rombongan. Rombongan pertama agak sorean, sebelum jam 8:00 sedangkan rombongan kedua malam.

Acara sudah dimulai sejak selepas Isyak sekitar jam19:15. Di buka oleh teman2 BAND dari Probolinggo yang di komandani Bro Joko, yang cukup menghentak dengan lagu2 retronya, kemudian untuk mengisi waktu sampbil nunggu rekan yang belum hadir juga di tampilkan 2 biduan wanita local yang menyanyikan lagu2 yang mendayu2 dan diiringi musik Elektone tunggal.

Pas ngumpul lhakok ternyata orangnya yang sudah kelihatan dikit.. kira2 40 an, trus diusulin pasang Kursi.. maka dengan cepat teman2 bekerja bakti nata korsi, 5 menit kursi siap dan kelihatan agaknambah banyak.

Acara resmi formal mulai di buka jam 19:45, diawali dengan doa, sambutan ketua panitia, sambutan ketua BPC, sambutan dealer dan juga sambutan2 dari perwakilan klub.. wiss pokokke nyambut, kayak acara kenegaraan.

Puncakknya pemotongan Kue diiringi dengan lagu Ulangtahun ala GIGI dari vokalis yang cukup atraktive, dan membuat teman yang ngumpul menari mengikuti irama.. dan membuat formasi melingkar… pokookke jan ruamee.

Selesai acara inti hiburan musik ROCK kembali menghibur hadirin, dan di selingi pembagian door price, dan musik ini di sambung dengan Orgen tunggal dengan lagu yang bervariasi.. mulai jawa, banyuwangi sampai crisye ada.. ndangdut juga. Komplet pokokke..

Jam 11 malam teman2 yang dari PROV baru datang mereka terhalang hujan badai di perjalanan, tetapi semangat cruiser sejati nggak pernah padam, hujan badai bukan halangan..walau acara rame2 telah selesai mereka tetep asyik membuat acara sendiri.

Malam jam 12:30 teman2 dari Gresik Bajaj Club baru muncul, hal yang sama dengan teman2 PROV Surabaya yakni  hujan dan angin menyertai mereka sepanjang perjalanan.

Salut.. demi BROTHERHOOD mereka dengan suka atau pun duka sedih atau gembira telah menghadiri undangan saudara mudanya BPC  yang sedang ber ultah-I.. THANKS BRO..semoga persaudaraan kita bertambah erat.. (mewakili pak ketua bro GADANG nih..)

Paginya memang direncanakan untuk touring wisata yang lokasinya tidak jauh dengan tempat bermalam, dipilihlah Pantai Tampora. Lokasinya sekitar perbatasan Kab Probolinggo dan Kab Situbondo. Sedianya start perjalanan adalah jam 8:00 tetapi karena beberapa hal, termasuk menunggu rekan SPORT sidoharjo yang baru datang jam 8:30  juga karena rekan2 yang pada telat mandi..

Akhirnya Jam 9:30  Tour de Tampora Beach dimulai, Wah.. mantab sekitar 60 motors beriringan sepanjang perjalanan Paiton – TAMPORA. Sekitar 15km saja, Memang view sepanjang perjalanan mengasyikkan ditambah jalan yang mulus baru jadi. Sebelah kiri nampak PLTU dan selat maduranya, dan di sebelah kanan hutan, bukit dan juga gunung Argopura.

Di penghujung perjalanan trek yand dilalui memang ok untuk testing ketrampilan berkendara, karena jalan yang dilalui berbatuan, juga ada tanjakan dan turunan. Beberapa biker sempat terpeleset dan beberapa yang lainnya terpaksa menurunkan boncengernya.

Akhirnya semua sampai di Tampora beach dengan selamat, den semua menikmati pemandangan Pantai yang memang belum banyak disentuh sama pemerintah, tetapi sampah sudah mulai dimana2 (saya juga lihat banyak teman2 yang buang sampah sembarangan…menyedihkan) padahal disitu disediakan tempat sampah.

Setelah diakhiri dengan photo bersama maka usailah sudah rangkaian acara 1th berdirinya BPC, teman-teman meluncur ke Home Base nya masing-masing.

Terimakasih Semuanya.. Brotherhood dan tetep Safety Riding..

Oleh: PBC | November 16, 2009

perbandingan speedometer

Tulisan ini diambil dan nge-ling ke tulisan aslinya di saft7.com
click to visit eptyres.com
Komparasi Speedometer & GPS Telah di baca: 71566
Kategori: GPS, Mobil & Sepeda Motor | 7 April 2007 | Print This Article Print artikel ini

komentar

Speedometer selalu menjadi kelengkapan standar mobil dan motor, untuk menunjukkan kecepatan kendaraan. Pada kenyataannya, selalu terlihat perbedaan kecepatan pada berbagai kendaraan baik mobil maupun motor, baik berdasarkan merek kendaraan maupun model kendaraan dari merek tertentu. Bahkan untuk model kendaraan yang sama pun bisa terjadi perbedaan kecepatan yang ditunjukkan oleh speedometer.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya simpangan kecepatan pada speedometer antara lain:
1. Kondisi ban/roda: tingkat keausan dan perbedaan ukuran ban.
2. Modifikasi gardan: penggantian gear ratio gardan / drive axle gear.
3. Modifikasi sprocket gear: untuk speed sensor yang ada pada transmisi akan terpengaruh perubahan sprocket gear.

GPS

Kita pernah mendengar alat navigasi yang berbasis satelit yaitu Global Positioning System (GPS). Lebih dari 30 satelit GPS berputar dua kali setiap harinya mengelilingi bumi, memancarkan sinyal yang diterima perangkat GPS untuk kemudian didapat data navigasi, lokasi, ketinggian, kecepatan hingga posisi bulan dan matahari yang bermanfaat bagi nelayan dan lain-lain.

Saya menggunakan 2 unit GPS yang berbeda merek untuk mendapatkan referensi kecepatan terhadap beberapa kendaraan yang akan dites speedometernya.
Garmin GPSmap 60CSx, berteknologi Sirf-III yang sangat peka dan memiliki penerimaan yang baik dan cepat.
Magellan eXplorist XL, memiliki layar yang cukup besar dan memiliki kepekaan sinyal yang cukup baik pula.

Akurasi perhitungan GPS terhadap speed sendiri memiliki toleransi sekitar 0.1-0.2ms atau meleset sekitar 3-5meter terlambat memberikan informasi saat itu, dipengaruhi oleh jumlah satelit yang terhubung dengan GPS tersebut, kondisi lingkungan sekitar GPS, dan cuaca.

Lebih lengkap tentang GPS bisa membuka referensi di bawah artikel ini.

TUJUAN

Tujuan artikel ini dibuat adalah untuk mengumpulkan data-data perbandingan kecepatan yang ditunjukkan oleh speedometer dibandingkan dengan kecepatan yang ditunjukkan oleh 2 unit GPS sebagai referensi.
Dengan terkumpulnya data tersebut, diharapkan dapat bermanfaat bagi rekan-rekan lainnya sebagai referensi kecil dan sederhana.

Kendaraan yang akan di tes adalah jenis Mobil dan Motor dari berbagai merek dan model.
Dilakukan di lokasi Parkir Timur Senayan Jakarta, yang terbebas dari halangan gedung dan pada saat cuaca cerah.
Peserta adalah rekan-rekan sahabat dari berbagai mailing list otomotif mobil dan motor di Indonesia, Jakarta pada khususnya.

Untuk seluruh rekan-rekan sahabat yang sudah berpartisipasi dan meluangkan waktunya untuk mengumpulkan data sederhana ini, saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.

PENGUJIAN DIMULAI..

GPS1 : Garmin GPSmap 60CSx (Sirf-III)
GPS2 : Magellan eXplorist XL
Avg.GPS1 & GPS2 : Nilai kecepatan rata-rata dari data speed kedua GPS.
SIMP. % : Nilai simpangan kecepatan speedometer terhadap speed GPS.
TOTAL : Nilai simpangan rata-rata dari beberapa sampling, dalam satuan %.

KESIMPULAN

Dari data yang terkumpul, terlihat bahwa kecepatan pada speedometer mobil maupun motor menunjukkan kecepatan lebih tinggi dari kecepatan sebenarnya (GPS).
Hal ini juga dipengaruhi apabila kita melakukan modifikasi pada ukuran roda/velg, gardan dan sprocket gear (motor).

ARTIKEL INI TIDAK MEREPRESENTASIKAN SIMPANGAN KECEPATAN TERHADAP SUATU MEREK / TIPE KENDARAAN YANG DIUJI DI ATAS, MEREK/TIPE KENDARAAN YANG DISEBUT ADALAH MERUPAKAN SAMPLING DARI KENYATAAN DATA YANG DIDAPAT DI LAPANGAN.

Semoga bermanfaat!

Supported by
APOBAE.com – The Cheapest GPS Store
Special thanks for Oom Ahmad Zulkarnain!

Lihat juga Foto Kegiatan Pengukuran..

Sumber referensi:

Tire Dimensions Calculator
Teori Dasar GPS
Non-military GPS accuracy
Speedometer Scandal!
Can you trust your most frequently consulted gauge?
Accuracy of non-differential GPS for the determination of speed over ground.
GPS Speed: How accurate is it?
GPS Errors & Estimating Your Receiver’s Accuracy

Oleh: PBC | Juni 16, 2009

P200 vs Road Win vs Tiger

Artikel ini diambil dar tabloit Motor Plus, silakan menyimak.

komparasi-fitur-endroSiapa Bakal Fight Lebih?
2009-01-08 12:30:56
Pertarungan antara motorsport kelas 200 cc, bakal lebih seru dengan akan hadirnya Kanzen Roadwin 200 di pasaran. Lalu, bagaimana dengan sport yang baru saja launching ya? Kiranya bakal fight atau nggak!

Jangankan sampeyan, kita aja penasaran. Makanya Em-Plus coba komparasi soal fitur dan desain yang ditawarkan ke konsumen. Komparasi dilakukan antar tiga motor laki unggulan, Honda New Tiger Revolution, Bajaj Pulsar 200 DTS-I dan Kanzen Roadwin 200. Telaahan paling dominan adalah soal fitur yang jadi aspek utama konsumen membeli motor.

Ketiganya punya range harga di atas Rp 15 jutaan. Artinya, mereka tak hanya dipandang sebagai tranportasi daily use, tapi sudah masuk wilayah lifestyle, aktivitas hobi baik turing atau sekadat imej. Let’s see…

JARUM VS DIGITALkomparasi-fitur-endro panel

Saat berkendara, pandangan mata kadang tak hanya tertuju pada jalan. Tetapi, ada kemungkinan kalau pengendara melakukan pengecekan sistem kerja motor lewat spidometer. Artinya, fungsi spido jangan dianggap remeh.

Nah di antara ketiga motor sport itu, spidometer milik Bajaj Pulsar tergolong canggih. Itu karena Pulsar menawarkan teknologi digital. Bukan lagi jarum untuk menunjukan angka kecepatan dan odometer.

Begitunya, pengendara tidak perlu membuang waktu sedikit lebih lama ketimbang membaca angka kecepatan yang dipandu jarum. Jadi, konsentrasi pengendara untuk tetap memperhatikan jalan di depan sedikit lebih besar.

Justru sedikit lebih menarik kalau komparasi spidometer dilakukan antara New Tiger Revo dengan Roadwin 200. Ketika Tiger menawarkan konsep berbeda macam A-simetris, maka Roadwin justru tampil layaknya spidometer Tiger generasi lama.

Ya! Dengan konsep panel dasar putih, bentuk dan model indikatornya pun tidak jauh beda. Mungkinkah seharusnya Roadwin sedikit lebih canggih? Mengingat konsep desain bodi dan sasis yang ditawarkan layaknya streetbike ala Italia.

Untuk soal ini Edi Setiadi pengamat desain dan dosen FSRD ITENAS memberi gambaran. Yang jelas desain di spidometer haruslah informatif. Untuk Honda dan Kanzen misalnya, petunjuk bahaya dalam kecepatan tertentu tidak tertera. Sedang dalam Bajaj, konsep digital lebih memudahkan pengamatan. “Apalagi petunjuk di luar kecepatan dan RPM tergolong lengkap. Di sisi ini spido Bajaj jelas unggul,” kata Edi.

PENDINGINAN LEBIH

Bajaj Pulsar terasa lebih jeli untuk mendekati konsumennya. Ini terlihat komparasi-fitur-endro oil cooldari fitur pendinginan lebih yang ditawarkan. Meski hanya sebatas oil cooler, bukan radiator, tapi tentunya fitur ini tak ada di dua kompetitornya.

Begitunya, gejala mesin terlalu panas pun bisa diredam. Dan juga, mutu oli tetap terjaga akibat sirkulasi yang dilakukan lewat oil cooler itu. Sementara, di Honda New Tiger Revolution dan Kanzen Roadwin 200 tetap mengaplikasi pendingin udara.

MONO VS DUAL SHOCK

Teknologi model sok belakang juga jadi pertimbangan kala konsumen membeli motor. Betul? Nah, di antara ketiganya, Kanzen Roadwin 200 menawarkan konsep monosok. Sedang dua kompetitornya tetap bertahan dengan gaya dual atau dua sok belakang. Untuk soal fungsi, kemampuan atau kestabilan sok dua juga enggak kalah hebat sih. Sebab dari Honda New Tiger Revolution dan Bajaj Pulsar 200 juga menawarkan peredam kejut yang dilengkapi dengan fitur gas. So, empuk dong!

Kalau bicara estetika tentu lain lagi. Virus atau tren motor modern adalah clean and simpel. Apalagi untuk yang bergaya sporty seperti yang ditawarkan ketiganya. Di sini gaya monosok tentu lebih dilirik dan up to date. Di soal ini, Kanzen boleh bangga!

komparasi-fitur-blkLED LAMP

Buat penerangan di lampu belakang, nampaknya Kanzen kudu mengalah dengan Tiger dan Pulsar. Itu karena kedua kompetitornya mengaplikasi model LED. Begitunya selain daya pancar cahaya yang dihasilkan kompetitor lebih terang, juga lebih hemat arus listrik.

Soal bentuk, desain lampu yang ditawarkan Pulsar dan Tiger pun enggak kalah menarik. Dengan mika putih, lampu belakang Bajaj terlihat futuristik. Githu juga dengan New Tiger yang membedakan antara mika lampu rem dengan lampu malam. Jadi lebih mudah dicermati pengendara di belakang. Ngomong soal Lampu. Desain Tiger berani tampil beda lewat konsep asimetrisnya

DESAIN BODYWORK SECARA KESELURUHAN

Konsep double down tube yang dipakai Kanzen lumayan mencuri perhatian. Apalagi desain yang dia pilih cukup clean dan simpel. Lekukannya juga minimalis tanpa mengesampingkan kesan gahar di motor laki. Yang pasti, pilihan monosok jadi keunggulan yang berdampak pada desain keseluruhan.

Honda dan Pulsar lain lagi. Untuk Honda, kesan futuristik khas cruiser Eropa lewat asimetris dan detail yang rapi jadi pertimbangan. Apalagi motor ini ada dalam naungan pabrikan yang sudah melegenda di benak bikers Indonesia.

Sedang Bajaj sebagai new comers, cukup berani dengan desain brasa Italia-nya. Buntut meruncing dengan desain lampu yang ekstraordinary jadi evaluasi tersendiri. “Tapi di soal streamline, Honda lebih terasa,” nilai Goy Gautama, dosen senirupa ITB yang juga pengamat desain motor asal Bandung. Ia juga didaulat jadi juri di MOTOR Plus Award 2008 bersama Edi Setiadi.

Penulis/Foto : Eka, Isf@n/Herry Axl, Endro, GT

Oleh: PBC | Juni 15, 2009

P180 vs Vixion vs CBR150

Hasil Dyno CBR 150R,VIXION dan PULSAR 180 Nopember 14, 2008
Posted by Taufik in Another 2 wheel.
Tags: vixi, pulsar, v-ixion, cbr 150r, dynotest, brt
trackback

Dibuang sayang . . . . ., hasil komparasi ini berdasarkan uji performa mesin ketiga motor sport Bajaj Pulsar 180, Honda CBR 150R dan Yamaha V-Ixion 150 yang dilakukaan menggunakan dynites merek Dynojet 250i milik BRT Cibinong yang pernah di muat motor plus No 437/VII, Dari hasil dynotest, ketiga motor terlihat memiliki kelebihan masing-masing. Tidak ada yang memenangi keseluruhan hasil dyno secara mutlak. Ok saya gelar satu-satu ya.

Pulsar 180 DTSi. Motor Asal India ini merupakan motor yang paling besar volume dapur pacunya dibanding kedua motor lain yang di uji. Motor ini memiliki keunggulan di Torsi yang besar dan merupakan hasil terbesar dari hasil uji dyno yakni sebesar 9,43 ft-lbs. Power motor ini berada ditempat kedua dengan besar 13,28 dk di bawah CBR 150. dari segi top speed, pulsar 180 menempati posisi paling buncit dengan hanya mengantungi kecepatan tertingi hasil tes sebesar 118,89 km/jam

CBR 150R. Motor CBU asal Thailand ini menempati posisi puncak pada segi Top speed yaitu sebesar 126,88 km/h, hal ini sangat wajar dan memang seharusnya begitu menurut saya karena dapur pacu cibie mengeniut tipe DOHC yang konon memang lebih panjang nafas akhirnya. Selain menang top speed, motor seharga lebih dari 30 juta rupiah ini menang di power yaitu sebesar 14,34 dk. Tapi aneh, Torsinya koq loyo yah, hanya sebesar 8.2 ft-lbs yang bahkan harus mengakui keunggulan vixi.

V-Ixion 150. Motor injeksi ini dari hasil test nggak menempati urutan pertama, Tapi Top speed nya mengalahkan Pulsar 180 dengan 124,31 km/jam (tapi kan indikasi speed pulsar sama vixion berbeda,adm) dan Torsinya mengalahkan Cibie dengan 8.54 ft-lbs, walau powernya paling rendah yaitu sebesar hanya 12 dk an doing. Tapi yang patur diperhatikan disini adalah pada kurva torsi dan power, vixi dan pulsar berada di atas cibie pada rpm rendah-menengah, mungkin ini merupakan bukti bahwa vixi dan pulsar lebih nyaman dipakai harian karena untuk menghasilkan power yang dibutuhkan nggak perlu maksa mesin berteriak kencang

So kesimpulannya, semua tergantung kebutuhan . . . . tinggal pilih mo cari yang mana, bila uang berlebih dan mencari top speed tinggi ya pilih CBR 150R. Kalo mo pilih yang torsinya gede, manteb buat naik gunung pilih pulsar, Kalo mo meliak-liuk diantara kemacetan pilih vixi karena enteng di torsi dan dibantu body slim bin ringan plus nyobain teknologi injeksi. Segalanya terserah anda

Oleh: PBC | Juni 11, 2009

Bajaj Pulsar Sparepart Replacement

Bajaj Pulsar Sparepart Replacement Informasi dari (Kompas) tentang sparepart pengganti untuk Bajaj Pulsar, benar atau tidak saya mohon sharingnya di comment article ini.

Beli motor Bajaj Pulsar, baik tipe 180 DTSi maupun 200 DTSi, enggak usah pusing mikirin suku cadang (spare part). Dari bentuknya yang mirip model sport dari Honda, ternyata beberapa komponen bisa dipakai.

“Memang, beberapa bagian sudah dicoba di Pulsar dan cocok. Bahkan ada yang memberi efek positif karena performa motor malah menjadi baik,” bilang Amurullah, Supervisor Teknik Fontana Perkasa Motor, dealer Bajaj di Jakarta Barat. Malah di luar komponen Honda, ada juga dari merek lain bisa diaplikasikan.

Inilah komponen tersebut.

Lampu head Lamp

Kalau Lampu dari bajaj orsi 90 ribuan, tetapi bila kita ingin warna lampu lebih kuning dan lebih murah maka punya vixion bisa dijadikan alternatif dan harganya cuma 60 ribuan.

Tali Penarik Gas

Pakai punya Mega Pro harganya 35 ribu, orsi dari AHAS dijamin lancar tarikannya gas.
Tali Kabel Penarik Kopling                                                                        Sering kalau dah lama tarikan koling bajaj berat.. ternyata punyaku selongsong tali kabelnya dah cemet kegencet, juga kotor, solusi jitu penggantinya adalah dengan punya Mega Pro harganya 35 ribu, orsi dari AHAS dijamin lancar tarikannya, lagi pula di bngkel Bajaj harus nunggu. Karena terlalu panjang maka erlu dipotong dan di pasang stoper di ujungnya, orang bilang nipel kopling, harga 1500 rupiah.                                                                                                                          Kampas rem belakang

Kalau sudah habis dan suku cadang asli belum tersedia, bisa dijejali punya Honda Vario. Gir set Bisa pakai Honda GL Pro buat jaga-jaga kalau stok Pulsar kosong. Tidak punya pengaruh apa-apa.

Seal master rem

Seandainya ada masalah pada master rem, terutama menyangkut sealnya, bisa dipakai di luar produk Honda, yakni Yamaha Force 1. Bentuk dan desainnya setali tiga uang.

Karburator

Komponen ini sangat memengaruhi performa. Para komunitas Pulsarian sudah meraciknya, “Tarikan lebih sip. Mungkin karena ukuran karburatornya juga lebih besar,” papar dr Ahwan, pengguna Pulsar di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Caranya, cukup mengganti main-jet dengan punya Yamaha Scorpio. “Kita yang sudah pakai tarikan lebih berisi,” tegas Amri lagi.

Pelat dan per kopling

Selain jeroan karburator, dari Yamaha Scorpio bisa diaplikasi pelat kopling. terbukti, seperti diakui Amri, akselerasi jauh lebih bagus setelah mengganti punya Scorpio. Hanya, disarankan ketika penggantian pelat kopling juga dibarengi dengan per. Untuk komponen satu ini, ia menganjurkan punya Suzuki Satria F-150.

Batang pengungkit As Stut

Menghindari dari tangan cepat pegal menahan tuas kopling saat kemacetan, ada baiknya coba ganti batang pengungkit as stut kopling dengan punya Yamaha Force 1. Dijamin jemari tangan bakal lebih nyaman

-7.663832 111.139693
Oleh: PBC | Juni 9, 2009

Pulsar 200cc DTS Hadir Full Sporty

Pulsar 200cc DTS Hadir Full Sporty Minggu, 17 Februari 2008

bajaj_pulsar_200dtsi_step_1Melanjutkan kesuksesan produk Pulsar 180 DTS-i, PT. Bajaj Auto Indonesia meluncurkan produk terbarunya yaitu Pulsar 200 cc DTS-i ke pasar Indonesia pada hari ini. Produk anyar ini telah dilengkapi dengan teknologi , tampilan, dan gaya terbaru untuk memenuhi kebutuhan para pengguna sepeda motor yang jumlahnya semakin hari semakin meningkat.

Lihat Video Iklannya berikut http://www.youtube.com/watch?v=F9F8aUPGRmw&feature=PlayList&p=031B1DA384A2C229&index=4

Memiliki banyak keunggulan.

 Produk ini telah dilengkapi dengan sebuah pendingin oli (Oil cooler) yang berfungsi mengontrol temperatur oli mesin pada saat mesin dipacu dengan kecepatan dan rpm (putaran per menit) tinggi untuk waktu yang lama, sehingga dapat memastikan tingkat kekentalan oli mesin yang lebih stabil. Mesin Pulsar DTS-i 200 cc mampu menghasilkan tenaga maksimum 18 (Ps) sehingga dapat memenuhi harapan para pencinta sepeda motor sport yang mendambakan performa prima sebuah sepeda motor 200cc.

Pulsar DTS-i 200 cc ini adalah sepeda motor pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan ban tanpa ban dalam (tubeless) untuk ban depan dan belakangnya. Ban tubeless tersebut mampu memberikan stabilitas serta keamanan yang jauh lebih prima bila dibandingkan dengan jenis ban biasa. Ban belakang PULSAR DTS-i 200 cc adalah yang paling lebar di kelasnya sehingga menghasilkan cengkeraman yang lebih kuat di jalan serta memberikan kestabilan yang lebih mantap.

Panel digital pada Pulsar DTS-i 200 cc merupakan panel versi terbaru dibandingkan dengan panel digital pada Pulsar sebelumnya. Selain dilengkapi dengan Odometer digital,Speedo Meter digital http://saft7.com/?p=270, Pengukur Bahan Bakar digital, serta dua Trip Meter digital, panel pada PULSAR DTS-i 200 cc juga memiliki indikator-indikator kondisi saringan udara, temperatur mesin, tingkat voltage (tegangan) aki dan tinggi permukaan oli, yang kesemuanya berkontribusi pada informasi bagi pengendara agar dapat memacu sepeda motornya dengan aman, sehingga kenyamanan berkendara bukan lagi hal yang sangat langka untuk didapatkan.

Keunggulan lainnya adalah bahwa Pulsar DTS-i 200 cc ini dilengkapi dengan jok yang terpisah antara pengendara dan penumpang, membuat nampak lebih gaya dan nyaman. “Peluncuran Pulsar 200cc DTS-i sejalan dengan strategi utama kami untuk membangun image (citra) Bajaj di Indonesia dan menjadikan Pulsar sebagai flagship dengan membawanya ke level yang lebih tinggi.

Keseluruhan fokus dan usaha kami adalah untuk memberikan teknologi terkini dan performa sepeda motor yang maksimal bagi pengguna sepeda motor di Indonesia. ” ucap Mr. K.S. Grihapathy, President Director dari PT. Bajaj Auto Indonesia, sehubungan dengan peluncuran Pulsar 200 DTS-i di Jakarta.

Dia menambahkan, “Pengguna sepeda motor di Indonesia telah menerima Pulsar 180 cc dengan sangat baik sehingga tercapai penjualan 800 unit per bulan. Tentunya peluncuran Pulsar 200cc DTS-i ini akan memperkuat market share produk kami di segment Sport Motor Cycle (SMC) yang sedang berkembang. ” Bajaj Pulsar 200 cc DTS-i tersedia di seluruh dealer resmi Bajaj di Indonesia dengan empat (4) warna pilihan, Ebony Black, Wine Red, Long Beach Blue dan Titanium Silver.

Harga On The Road (OTR) adalah Rp. 20,000,000 (sekarang 20.7 jt, adm). Bajaj Auto akan memberikan jaminan 3 tahun / 30.000 km (untuk mesin) bagi kepuasan pengguna Pulsar. Untuk mendukung penjualannya, Bajaj Auto telah membangun 40 exclusive showrooms di 23 kota di Sumatera, Jawa, Bali dan Sulawesi. Tentang Pulsar 200 DTS-i Tampilan Bajaj PULSAR DTS-i 200 cc yang lebih sporty dengan casis yang lebih besar telah ditopang oleh beberapa fitur yang memiliki teknologi mutakhir sebagai berikut: •

 Lampu Utama (Headlamp) yang lebih rendah dan dilengkapi dengan bagian belakang yang lebih tinggi, telah memberikan kesan yang sangar. •

Sebuah peredam bunyi (silencer) yang terbuat dari bahan baja anti karat yang melekat pada knalpot yang terbuat dari bahan alumunium memberikan kesan sporty sejati dan keabadian.

 • Garpu suspensi depan lebih besar dengan panjang 130 mm, memberikan kesan kekar dan macho yang mampu mengatasi kondisi jalan yang ekstrim serta membantu memberikan efek pengereman yang mantap.

• Cakram depan besar yang berdiameter 260 mm mampu memberikan tenaga pengereman yang besar dan mantap.

• Dengan teknologi pengalihan otomatis (Auto Switchover) yang unik dan akan bekerja bilamana salah satu dari dua lampu pijar (filament) dari Lampu Utama (Headlamp) tidak berfungsi.

• Fitur teknologi untuk menghemat daya aki akan memastikan terjadinya penundaan untuk beberapa saat apabila setelah dihidupkan sebanyak 3 kali berturut-turut namun sepeda motor masih juga belum hidup.

 • Bola lampu berwarna kebiruan digunakan untuk lampu utama dan lampu-lampu parkir / senja. Bola lampu tersebut mampu memancarkan cahaya putih yang kuat sehingga memberikan kesan dan tampilan yang berbeda.

 • Saklar-saklar pada setang kemudi yang halus dan menyala apabila lampu utama dinyalakan.

• Sama halnya teknologi pada mobil, Indikator lampu sein akan mati dengan sendirinya dengan tiga kondisi : o Setelah berbelok dan posisi stang lurus kembali o Apabila berbelok berlawanan arah dari sebelumnya o Apabila tidak jadi berbelok

• Perpindahan gigi yang halus, lancar, ringan dan bebas selip dengan rangkaian tuas pemindah gigi model baru.

 Rahasia Nggak Mbrebet, Bedah Teknologi Exhaust Tech Bajaj Pulsar 180CC

November 14, 2007 @ 8:44 am

· Filed under Sport Published in :

 Bajaj Pulsar, Exhaust TEch Nerima telpon saat berkendara atau sekedar menghisap rokok yang biasa dilakukan tangan kiri, emang hal yang biasa untuk kalangan pengedara motor. Kadang membuat pengendara tak pedulikan peranan fungsional tuas kopling, kan tuas di kiri sedang tangan kiri tadi pegang telpon atau rokok.

Dengan begitu, saat kecepatan motor dan putaran mesin turun. Posisi gigi jadi tak seimbang dengan kecepatan motor. Artinya posisi gigi porsneling masuk 4 dan kecepatan tutun menunjuk 10km/jam. Dalam kondisi seperti ini, acap nimbulkan detonasi dan suara asing dan caller, khususnya motor laki atau sport. Itu sama halnya dengan saat melakukan pengereman mendadak pas bereda di top speed. Pengendara mesti menurunkan gigi porsneling higga gigi 1. Kalau tidak dan tetap membiarkan posisi porsneling, bukaan gas yang tak seimbang dengan posisi gigi porsneling, asap membuat mesin motor mati.

Dari fenomena inim produk Bajaj Pulsar menambahkan fitur tambahan yakni Exhaust Tech (ET). Berupa box dan pipa terusan dari leher knalpot. ET ini berfungsi mempertahan kan torsi motor agar tetap stabil, di saat mesin motor mengalamami perbadingan yang tar wajar antara putaran mesin dan posisi gigi porsneling.

 “Dengan ET, tenaga jadi bisa dipertahankan memiliki torsi meski berada di rpm rendah, ” terang Kukuhlid Hertiko area service manager Bajaj di kawasan HR. Muhamad, Surabaya. Mekanismenya, saat di atas 3000 rpm – 4000 rpm gas buang sebagian tersuplai ke box ET. Tapi kalau di atas 4000 rpm, gas buang langsung terbuang ke catalytic converter terus ke sekat sarangan, dan menuju udara bebas. “Sebaliknya, saat di putaran rendah di 100 rpm, terjadi perbedaan tekanan dalam knalpot. Tekanan gas buang yang keluar dan exhaust menifold lebih rendah, dibanding tekanan gas buang yang keluar dari box ET. Dengan begitu gas buang yang keluar dari mesin, akan terhandang dan kembali lagi ke lubang buang pada silinder head. Dan sebagian tertahan di leher knalpot. Sedang gas buang yang sempat ngendon di box ET, langsung keluar menuju catalytic converter dan sekat serangan, ” beber Kukuh.

Selalu terjaganya torsi mesin, tenaga mesin dikail kian besar meski di rpm rendah. Dan tenaga mesin masih mampu mentransfer putaran as kruk, pinion shaft dan counter shaft pada perbandigan porsneling berat, macem sdi gigi 3,4 atau 5.

Kukuh juga menambahkan, selain imbas ET, hal itu juga berkat pemakaian teknologi TRICS, yaitu Throttle Response Ignition Control System. Jadi bukan derajat throttle (model butterfly) pada karbu dilengkapi magnetic sensor. Dari sensor itu, sinyal dikirim ke perangkat pengapaian untuk mengalur Na-Voor timing pengapaian sesuai dengan bukaan throttle.

Oleh: PBC | Juni 7, 2009

SAPA

Hallo Bro,

Kita juga Bajaj Komuniti User, berusaha berbagi cerita dan pengalaman. Semoga bertambah erat persaudaraan kita dan bertamabh banyak jumlah teman kita…

Oleh: PBC | September 30, 2010

KOMPARASI BISON VS NEW MEGA PRO

Tuesday, August 24, 2010

Compaction Yamaha Byson vs New Honda Megapro 2010: Review

Adalah hal yang sangat menarik untuk membandingkan dua motor sport jagoan masing-masing pabrikan, apalagi setelah diberi kesempatan untuk test drive, Byson dari yamaha dan new Mega Pro dari honda yang mempunyai cc berimbang 153cc vs 149 cc

From the Design

Yamaha Byson already applying the concept of a more muscular and are consistent with the results of my survey about sportz bike in 2007. It is characterized by features / characteristics using 41mm fork, a larger tank condoms, the use 120/70-17 rear tire. Whereas

New Honda Megapro trying to also compensate by providing greater Shroud just love tank is still relatively small. Also factor Shroud gray color is not the same color as the tank and this slightly reduces the effect of fracture. Seeing the design factor, it can be said that Yamaha Byson superior to Honda’s New Megapro

Riding Style Position

Two motorcycle riding position has a different style … and I see it as two different flow …!

Yamaha Byson using ‘fat’ bar ‘look was more stout. Riding in style I like to bring similar Byson Yamaha brings Ducati Monster. For me personally it is not a problem, but for beginners must be a bit different. when interviewing a community of bikers from Yamaha, a bit of trouble and he thinks he is not fit to be taken daily. But for other bikers who have used the motor man, felt the incredible sensation, so here is very dependent of bikers riding style itself.


In contrast to the New Honda Megapro, his riding style very Forgiveness aka really easy to ride. This is because a different form than the Yamaha handlebar Byson. Indeed, if asked to bring a sensation like moge not get on this bike. but for the daily traffic jams, like dark-skid, going here and there pharynx-buckling New Honda Megapro more easily controlled. If asked who is this factor that will excel? honestly i would say the consumer will be divided. since each consumer has a preference and individual needs. So if these factors according to the needs and desires of consumers.

Acceleration and Performance

If you look at the spec / performance claim against the manufacturer of each motor as a second course something like this bike. However, when talking with fellow Bloggers testing.

Seen both in acceleration or performance of the New Honda Megapro looks more superior than the Yamaha Byson. New Honda Megapro acceleration is very responsive. it is suspected caused by several things, among others:

  1. material the use of lighter pistons and stronger
  2. the use of materials beyond the point of center of gravity which is lighter
  3. No use of catalytic converters are great.

So for this factor is Honda’s New Megapro Byson superior to Yamaha.

Handling factor

Talking about the handling, I think both are good enough. Pls help but asked WHO is more superior, superior Byson Could say Yamaha. I felt a degree of stability Which is more than the New Honda Megapro. Maybe this is not surprising given under the point of center of gravity placed Catalytic converter boxes weighing 5kg, so That the bike is more stable, Besides That the use of the size 120/70-17 rear tire looks increasingly solid in handling. Indeed the use of catalytic converters and tires size, must be paid by a relatively slower performance than on their competitors on Is the New Honda Megapro.

Price or Value Factor

Despite the difference in price but the value looks relatively balanced between New Honda Megapro with Yamaha Byson. Although slightly more expensive Yamaha Byson, but obtained a catalytic converter that can not be considered cheap, and then obtain a wide fork and rear tubeless tires are wider. Conversely Honda New Megapro also offers features that have rear brake disc brake, shutter key to safer, superior acceleration and more ready availability of goods.

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.